Cara Berbusana Muslimah yang syar’i

Di indonesia negara kita ini sudah semakin berkembang busana muslim dan muslimah yang sangat menarik perhatian umat islam.Di mana dengan kemajuan teknologi informasi semakin banyak model pakaian yang di desain secara khusus untuk muslim terutama pakaian muslimah yang sesuai zaman. Tak lupa juga  tidak meninggalkan tata aturan dalam larangan islam. Namum sebagian itu ada pula busana pakaian muslim yang melanggar aturan islam oleh karena itu penulis ingin berbagi hal-hal yang perlu diketahui bagi muslimah dengan berbusana muslimah yang syar’i modern yang sesuai dengan zaman namun tidak bertentangan dengan islam. Adapun itu langsung saja.

  1. Menutup Aurat

Di dalam alqur’an sudah di sebutkan bahwa cara berpakian yang baik itu adalah dengan menutup aurat sebagaimana telah di firmankan oleh Allah swt

Wahai anak cucu Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu  untuk berhias untukmu. Tetapi pakaian taqwa itulah yang lebih bagus. Itulah  sebagian  kekuasaan  Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26)

Ayat ini jelas bahwa kita di tuntut untuk berpakaian rapi baik serta tentunya menutup aurat. Sehingga tampak anggun dan berwibawa serta indah di pandang.

  1. Tidak Tembus Pandang (Transparan)

Rasulullah Saw bersabda bahwa ada dua kelompok ahli neraka  dan beliau tak pernah sekali menjumpainya.

Dua kelompok ini  yaitu kaum yang memiliki cambukseekor sapi mereka memukul manusia dengan campuknya dan wanita yang berkasiyat ( berbusana tapi telanjang karena tipis )

Mailat mumilat ( Bergaya ketika berjalan ingin di perhatikan ) dan kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga ataupun mencuim baunya.(HR. Muslim)

Hadist ini sebagian pengingat bagi muslimah karena di zaman sekarang banyak sekali muslimah yang berpakaian namun hakikatnya mereka telanjang. Maka dari itu perihal memilih pakaian atau busana muslimah harus di perhatikan karena sebagaimana di katakan abdil bar bahwa “ Bahan yang tipis dapat menggambarkan bentuk tubuh dan tidak dapa menyembunyikannya. Syaikh Al Bani juga menegaskan “ yang tipis itu lebih parah dari yang menggambarkan lekuk tubuhnya (tapi tebal). Tampak jelas kain yang tipis akan menampakkan lekuk tubuhnya

  1. Harus longgar.

Selain pakaian yang tidak transparan di anjurkan untuk berbusana longgar tidak ketat. Sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh muslimah. Maka tidaklah benar muslimah yang memakai rok namun tetap menampakkan pinggulnya, betis dan kakinya. Maka jika busana itu cukup tebal dan longgar tapi masih menampakkan bentuk tubuhnya di ajurkan untuk menggunakan lapisan dalam. Ini sebagai poin penting bagi muslimah untuk memperbolehkan memakai lapisan dalam atau celana dengan alasan longgar dan pinggulnya di tutupi oleh baju yang panjang. Walaupun celana di perbolehkan namun ini hanya untuk sebagai lapisan dalam saja bukan inti dari pakaian yang di pakai karena sama saja dengan berpakaian layaknya seorang pria.

  1. Tidak serupa dengan lelaki

Terdapat hadist-hadist larangan yang menunjukkan bahwa wanita tidak boleh menyerupai laki-laki begitupun sebaliknya (Tidak tebatas pakaian saja).

Rasulullah Saw melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki. HR. Dawud.

Dengan menyerupai pakaian laki-laki maka seorang wanita akan mengkuti perangai laki-laki. Dimana dia akan menampakkan badannya dan menghilangkan rasa malu yang di syariatkan bagi muslimah. Bahkan berdampak parah hingga membawa dalam jurang kemaksiatan. Sehingga malah menyukai sesama wanita.

Perbedaan jenis pakaian antara wanita dan pria ini sungguh membawa dampak maka dari itu tetaplah dalam syariat dan aturan islam.

Demikianlah hal yang perlu kita perhatikan dalam berbusana khusunya para muslimah yang ingin taat dalam ibadah terutama dalam adab berpakaian. Mohon maaf jika ada penulisan atau pengungkapan yang salah dari tulisan di atas.

 

 

Aqila Muslim

    Leave a Reply